Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Umum’ Category

Menyambung yang lalu tentang Kesamaptaan Diklat Prajabatan PLN ku di Kopassus.  Setelah kami meninggalkan gerbang pintu keluar Pudikpasus Kopassus, dengan jumlah 4 bus, kami dikawal oleh Provos Kopassus menuju  jalan tol Bandung-Jakarta. Akhirnya, setelah sekitar 10 hari dipenjara dan disiksa (sok lebay..^_^..), saya bisa melihat dunia kembali. Maksudnya, bisa lihat jalan raya, rumah-rumah warga, pabrik-pabrik, dan kantor-kantor. Selain itu, rute perjalanan kami yang melewati daerah puncak membuat saya terasa tersegarkan melihat pemandangan puncak bogor di Malam hari. Luar Biasa..maklum, lah. Baru pertama kali ke Bogor..hehe.

Setelah perjalanan kurang lebih 4 jam, akhirnya sampailah kami di PLN Udiklat Bogor, yang lokasinya tepat di pinggir Jl. Raya Puncak, Bogor. Sesampainya disana, kami langsung mendapatkan pembagian kamar yang disesuaikan dengan bidang masing-masing. Kebetulan, saya, berbidang Niaga(NG),  mendapat mess Kartini, yang letaknya paling bawah dan pinggir sungai ciliwung. Di Udiklat Bogor, makannya udah enak, prasmanan dan bergizi. Tempat tinggal lebih layak, kira-kira sekelas Hotel Melati,lah. Makan pun kita sudah gak dimeniti sehingga bisa lebih santai dan menikmati makanannya dengan baik.

Baik kali ini, saya akan menceritakan tentang 3 sesi Diklat Prajabatan yg saya lewati, yaitu Pembentukan Karakter (3 hari), Pengenalan Perusahaan (6 hari), dan Pembidangan ( 56 hari).

(lebih…)

Read Full Post »

Akhirnya, ku temukan waktu untuk menulis setelah sekitar 10 hari terisolasi di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpasus) Kopassus Batujajar, Bandung, dilanjutkan dengan 2 minggu Diklat Pengenalan perusahaan di Cibogo-Bogor dan Ragunan-Jakarta, serta 3 minggu Diklat Pembidangan di Udiklat Pandaan. Untuk Diklat Pembidangan ini masih berlanjut 5 minggu lagi,sih. Tapi, Alhamdulillah, di minggu ketiga ini waktunya lebih longgar, jadi bisa dapet kesempatan buat nulis.

Aku mau cerita tentang Diklat Prajabatan PT PLN(Persero). Secara umum, Diklat Prajabatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:

  1. Kesamaptaan
  2. Pembinaan Karakter
  3. Pengenalan Perusahaan
  4. Pembidangan
  5. On-Job Training

Pada kesempatan kali ini, aku hanya akan bercerita sampai pembidangan saj karena saat tulisanan ini dibuat, masih berada dalam tahapan Diklat Pembidangan, sedangkan On-Job Training baru dilaksanakan setelah lebaran. Oke,deh..langsung cerita aja ya..

(lebih…)

Read Full Post »

Letupan Era Wirausaha

Kabar gembira bagi para mahasiswa yang mempedulikan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah akhirnya mencanangkan program kredit usaha untuk para  sarjana. Para mahasiswa yang baru saja lulus, dapat meperoleh modal usaha dengan syarat ijazah kelulusan sebagai jaminannya.

Ini merupakan suatu langkah positif pemerintah yang perlu diapresiasi dan ditindaklanjuti oleh para mahasiswa. Karena, masalah kemiskinan tidak akan terselesaikan tanpa diimbangi dengan bertambahnya jumlah pengusaha baru. Para mahasiswa yang terkenal dengan letupan-letupan idealismenya perlu menyikapi masalah kemiskinan ini dengan menjadi pengusaha sebagai alternatif solusi pewujudan cita-cita Undang-Undang Dasar 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum.

 Ada beberapa potensi manfaat yang dapat dihasilkan ketika program ini dapat berjalan dengan baik. Pertama, angka pengangguran dapat berkurang. Dengan munculnya pengusaha baru, maka akan membuka lapangan pekerjaan baru. Sehingga, akan terjadi penyerapan tenaga kerja yang jika jumlahnya besar, akan dapat menekan angka pengangguran menjadi lebih kecil. Dengan berkurangnya angka pengangguran, secara tidak langsung akan menghambat laju pertumbuhan angka kemiskinan. (lebih…)

Read Full Post »

Tanggal 14 Oktober lalu saya mendapatkan informasi dari Humas UGM terkait dengan hasil World universities Rangkings versi THES-QS untuk periode tahun 2008 ini. Hasilnya bisa dikatakan baik, tetapi akan lebih sesuai jika dikatakan biasa-biasa saja.

Pada tahun 2006 lalu, ada tiga Universitas di Indonesia yang mampu menembus TOP 300 World Universities, yaitu UI, ITB, dan UGM. Tahun 2007, terjadi penurunan mutu pendidikan di Indonesia yang ditunjukan oleh tiga Universitas tadi yang semuanya tidak ada yang menembus TOP 300 alias hanya masuk di TOP 400. Dan pada tahun 2008 ini, kita tidak bisa menembus prestasi pada tahun 2006 karena hanya ada satu universitas yang mampu menembus TOP 300, dan hanya 2 Universitas yang mampu menembus TOP 400. Belum bisa dikatakan membanggakan hasil tahun ini karena di atas kita ada 2 Universitas dari Singapore, 2 Universitas dari Thailand, 2 Universitas dari Malaysia, dan satu Universitas dari Filiphina yang masih di atas Unversitas-Universitas kita

Inilah peringkat tiga Universitas papan atas negeri kita tahun 2008 ini yang saya dapatkan dari website THES-QS : http://topuniversities.com :

(lebih…)

Read Full Post »

Sungguh ironis tradisi ucapan yang mengungkapakan maksud permohonan maaf pada saat Hari Raya Idul Fitri pada kaum Muslimin dan Muslimat Indonesia. Saya yakin,mayoritas masyarakat Indonesia mengucapkan permohonan maaf dengan kalimat” Minal Aidin Wal Faidzin-Mohon maaf lahir dan batin.” Terlepas, entah tahu atau tidak makna kalimat Minal Aidzin wal faidzin yang sebenarnya, saya yakin mayoritas umat Muslim di Indonesia ini memaknai Minal Aidzin wal Faidzin dengan arti Mohon maaf lahir dan Batin. Padahal sesungguhnya jika kita lihat arti sebenarnya dari terjemahan bahasa arab akan makna Minal Aidzin wal faidzin, maka kita akan mengtahui bahwasanya artinya bukan “Mohon maaf lahir dan batin.”

Tapi tidak apa-apa jika seseorang masih belum merngetahui. Karena, hukumnya bagi yang belum mengetahui adalah tidak berdosa. Saya yang menulis tulisan ini saja baru menyadari itu ketika menginjak masa mahasiswa ini dari guru ngaji saya.hehehe…

Jika kita sudah mengetahui makna yang sebenarnya,maka wajib bagi kita untuk tidak mengucapkannya lagi sebagai niatan ingin menyampaikan permohonan maaf. Dan sudah menjadi kewajiban pula bagi kita untuk memeberikan ilmu ini kepada masyarakat mulai dari kerabat dekat,keluarga ,sahabat, hingga masyarakat luas, jika kita sudah tahu makna benarnya. Mungkin bisa menggunakan media Blog ini.

Di bawah ini adalah penjelasan saya terkait dengan makna “Minal Aidzin wal Faidzin” dan tradisi maaf-maafan di Hari Raya Idul Fitri. Semoga bermanfaat, :
(lebih…)

Read Full Post »

Bulan Ramadhan telah beakhir. Suasana putih pun terasa ketika gema takbiran mulai dikumandangkan di berbagai masjid. Di satu sisi, kita merasa sedih karena telah berakhirnya bulan paling mulia Ramadhan ini, di satu sisi kita juga merasa senang karena telah menjumpai hari yang disebut hari kemenanngan.

Ritualitas salam-salaman untuk saling bermaaf-maafan menghiasi hari yang Fitri ini sehingga terkesan hari ini adalah hari permaafan, hari dimana segala kesalahan kita dimaafkan oleh orang lain, dan kesalahan orang lain dimaafkan oleh kita. Sungguh indah hari ini. Rasa syukur pantas kita panjatkan kepada Allah Swt karena atas limpahan rahmatnya kita masih diberi kesempatan bernafas di hari yang suci ini untuk menikmati hari raya Idhul Fitri. Semoga, tahun depan, kita masih dieri kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dan bisa merayakan hari Raya Idhul Fitri seperti sekarang ini dengan peningkatan iman dan taqwa.

(lebih…)

Read Full Post »

DRIED FRUIT) BUAH SALAK
(INOVASI PRODUK MAKANAN TRADISIONAL, SEBAGAI SOLUSI DIVERSIFIKASI PANGAN)

I. LATAR BELAKANG MASALAH
Komoditas pertanian Indonesia pada era globalisasi mendatang dihadapkan pada beberapa tantangan yang harus diupayakan agar memiliki daya saing yang tinggi. Apalagi ketika ekonomi nasional saat ini mengalami krisis, maka sektor pertanian merupakan sektor andalan yang dapat menyelamatkan perekonomian nasional. Demikian pula dengan industri pengolahan pangan di tanah air. Industri ini diharapkan dapat menghasilkan produk pangan olahan yang beraneka ragam, jumlah yang memadai dan kualitas yang terbaik serta memiliki beberapa keunggulan komparatif dan mampu bersaing di pasar global (Sutardi, 1996).
Salah satu komoditas potensial hasil pertanian adalah buah-buahan. Buah-buahan tropis Indonesia memiliki varietas yang bermacam-macam, nilai eksotis tersendiri, rasa yang unik, nilai gizi yang tinggi, multiguna serta dapat diterima konsumen luar negeri. Selain itu masih banyak buah-buahan Indonesia yang belum didayagunakan secara optimal. Salah satunya adalah salak yang merupakan tanaman asli Indonesia (Manuwoto, 1997).
Salak merupakan salah satu buah tropis yang khas dan unik. Konon tanaman salak berasal dari Pulau Jawa. Kemudian pada masa penjajahan, biji-biji salak ini dibawa oleh para saudagar dari satu pulau ke pulau lain sehingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai Filipina, Malaysia, Brunei, dan Muangthai. Salak merupakan jenis tanaman musiman, maka pada musim panen raya sering terjadi produksi buah yang melimpah. Akibatnya terjadi pembuangan salak hasil sortasi dan penjarangan. Sebaliknya jika pada saat harga salak tinggi, banyak petani yang memanen pada umur yang lebih muda dan hal ini akan memberikan dampak negatif pada mutu terutama flavor (Tranggono, 1997).
Di samping buah salak yang pasarannya cukup ramai, usaha penanaman pohon salak juga dapat menghasilkan hasil sampingan yang tidak kalah menariknya. Hasil sampingan ini adalah usaha memproduksi bibit salak secara cangkokan. Menurut Sudibyo (2001), para petani salak saat ini juga dipermainkan tengkulak sehingga harga di tingkat petani sering jatuh. Ironisnya salak dijual di supermaket dengan kualitas sama tetapi dengan harga yang lebih tinggi.
Prospek budidaya salak mungkin sekali akan meluas di Jawa, terutama di sekitar kota-kota besar, yang di situ salak tetap dibutuhkan dan dapat mencapai harga yang tinggi. Segera setelah tahun-tahun pertama nir-produksi teratasi, maka kebun salak mungkin dapat cukup menguntungkan, karena relatif hanya diperlukan sedikit masukan untuk mempertahankan produksinya. Prospek untuk ekspornya terbatas, mengingat mudahnya buah segar menjadi busuk, dan perdagangan pada umumnya akan beroleh keuntungan jika daya simpannya dapat diperpanjang. Tampaknya masih besar ruang lingkup untuk meningkatkan produktivitasnya. (Verheij dkk., 1997).
Dengan demikian peluang untuk mengembangkan wirausaha produk makanan lokal berbasis salak sangat terbuka lebar dan tentunya diperlukan studi tentang pemasaran produk makanan itu sendiri maupun studi ekonominya. Pemilihan produk manisan kering (dried fruit) merupakan suatu upaya diversifikasi produk sehingga memiliki peluang pasar dan mengurangi kerugian akibat pembusukan buah salak yang tidak laku dijual. Selain itu, masyarakat konsumen memiliki banyak pilihan untuk menikmati produk olahan berbasis buah salak. Produk manisan kering salak juga bisa dijadikan sebagai produk oleh-oleh khas Sleman sehingga peluang pemasaran dan ekonominya sangat besar.
.

II. PERUMUSAN MASALAH
Minat warga masyarakat akan produksi makanan tradisional serta tingginya angka kerugian akibat dari pembusukan buah salak yang tidak laku dijual, membuka peluang bagi kami sebagai produsen untuk menciptakan usaha di bidang produksi yaitu membuat produk olahan dari salak dalam bentuk manisan kering (dried fruit). Produk ini relatif hanya diperlukan sedikit masukan untuk mempertahankan produksinya. Prospek untuk ekspornya terbatas, mengingat mudahnya buah segar menjadi busuk, dan perdagangan pada umumnya akan beroleh keuntungan jika daya simpannya dapat diperpanjang, selain itu produk ini menawarkan nilai beda yang belum pernah ditawarkan oleh produsen sebelumnya, sehingga berpotensi menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

III. TUJUAN PROGRAM
Tujuan dan hasil yang ingin dicapai dalam program ini:
a. Memperluas segmen pasar dalam hal kuantitas permintaan panganan lokal dengan membuat produk olahan dari salak dalam bentuk manisan kering (dried fruit) yang memiliki karakteristik yang disukai oleh konsumen.
b. Untuk memperkaya atau menambah tersedianya produk makanan tradisional baru bagi masyarakat (memberikan pilihan yang lebih banyak bagi masyarakat) khususnya makanan tradisional khas Sleman.
c. Untuk memberikan peluang terciptanya kegiatan produksi produk baru khususnya di sekitar lahan pertanian buah salak.
d. Untuk mengembangkan potensi lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi) sebagai mitra kerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam pencapaian pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi melalui pengembangan inovasi.

IV. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Tersedianya produk makanan tradisional olahan dari salak dalam bentuk manisan kering (dried fruit) yang mampu menghasilkan keuntungan secara ekonomi, karena mampu mengakomodir upaya diversifikasi produk makanan sehingga memiliki peluang pasar dan mengurangi kerugian akibat pembusukan buah salak yang tidak laku dijual. serta memperkaya karakteristik dan memberikan lebih banyak pilihan inovasi makanan tradisional baru bagi masyarakat.
(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »