Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2009

“Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW , “ Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum Muslim memerangi  Yahudi, kemudian kaum Muslimin memerangi mereka sampai akhirnya orang-orang Yahudi (berlarian ) berlindung di balik batu dan pepohonan. Lalu batu dan pepohonan itu berkata, wahai muslim ….wahai hamba Allah …ini ada orang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemari, dan bunuhlah dia. “

[HR. Bukhari dan Muslim ]

Hadits di atas memberi peringatan kepada kita dan seharusnya juga kepada seluruh pemimpin di negeri-negeri muslim bahwasanya sudah menjadi sebuah sunatullah, Yahudi dengan institusi negaranya yaitu Israel akan terus berperang secara sengit dengan kaum muslimin hingga hari kiamat. Inilah yang saat ini terjadi di tanah suci palestina. Hingga saat ini kedhzoliman Israel terhadap rakyat Palestina lebih-lebih kepada rakyat di Jalur Gaza, masih saja berlanjut dan akan terus berlanjut selama para penguasa negeri-negeri muslim masih saja tetap bungkam, tidak bertindak, tidak menyadari, seolah-olah lupa dengan peringatan Rosulullah ini.

Herannya, masih saja ada keyakinan di hati para diplomator-diplomator sekular bahwa konflik Israel-Palestina ini bisa berakhir dengan damai diatas meja perundingan saja. Padahal, secara faktual, hampir tidak ada satupun perjanijan damai yang tidak dilanggar Israel.  Sejak tahun 1992, lebih dari 65 resolusi DK PBB dikeluarkan untuk menghentikan tindakan brutal Israel. Namun, tidak satu pun yang dilaksanakan oleh Israel. Sesungguhnya sejumlah Resolusi DK PBB tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah.

Pasalanya, menyerahkan retorika politik kepada PBB tidak akan menghasilkan ketegasan kepada Israel. Walaupun banyak perjanjian telah dilanggar oleh Israel, nyatanya belum pernah dimunculkan tindakan hukuman kepada Israel. Namun, jika pihak muslim melanggar satu saja perjanjian, tekanan dari multi pihak akan berdatangan. Inilah ketika proses perdamaian diserahkan secara dominan kepada institusi kafir dan sekular.

(lebih…)

Read Full Post »

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik mengungkapkan keinginannya, di depan parlemen, pada tanggal 5 Agustus kemarin,  bahwa pemerintah Pakistan berinisiatif untuk membekukan 25  organisasi islam dan  organisasi amal di bawah dibawah Undang-undang Anti Terorisme 1997 dan mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menghentikan suburnya “militansi” di Pakistan.( Arrahmah.com, 5/08/09)

Beberapa organisasi ‘terlarang’ yang berada dalam daftar tersebut adalah, Khadam-e-Islam, Jamiat-ul-Azqan, Hizb-ul-Tehrik, Muniz-un-Nisah International Trust, Lashkar-e-Islami, Tehrik-e-Taliban Pakistan, Islami Tehrik-e-Pakistan dan Jamiat-ul-Nasir serta Ansar-ul-Islam. Sejumlah pergerakan “militan” yang dilarang adalah Balochistan Liberation Army, Sipah-e-Sahaba, Sipah-e-Muhammad, Lashkar-e-Jhangvi dan Lashkar-e-Taiba. Pemerintah Pakistan juga mencantumkan Sunni Tehrik dalam daftarnya. Organisasi-organisasi dan gerakan ini disinyalir menyuburkan ideologi terorisme di Pakistan.

Hal yang tidak jauh berebeda dilakukan oleh pemerintah Indonesia.  Jika di Pakistan yang ditangkap adalah lebih dari satu organisasi teroris, beda halnya dengan di Indonesia yang hanya mengejar satu organisasi atau jaringan teroris, yaitu jaringan Noordin M Top. Walaupun ada perbedaan kuantitas, namun substansi dari maksud penangkapan beberapa kelompok atau organisasi tersebut memiliki kesamaan orientasi, yaitu membendung gerakan terorisme dengan gerakan anti teror.

(lebih…)

Read Full Post »